Kelompok 1 :
1. Muna Azila Matondang.
2. Andieza Ega Sofie K.
3. Naya Kalista.
4. Azka Alfiyatus Sholehah.
5. Aulia Oktaviani.
6. Muhammad Zidan Al-Farabi
7. Rifki Arya Aditya Pratama P.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kami dari kelompok 1 P5RA ingin mempresentasikan obervasi mengenai Permasalahan Sampah di Lingkungan Sekolah.
Permasalahannya serta solusi untuk mengatasinya.
**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚*
Permasalahan Sampah di Lingkungan Sekolah
- Membuang Sampah Sembarangan di Lingkungan Sekolah
Ada beberapa solusi untuk mengatasi masalah pembuangan sampah sembarangan, di antaranya:
1. Pendidikan dan kampanye. Melakukan kampanye edukasi yang terus-menerus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
2. Penyediaan tempat sampah. Membangun dan memelihara infrastruktur tempat pembuangan sampah yang cukup dan mudah diakses.
3. Penerapan peraturan. Memperketat penerapan peraturan terkait pengelolaan sampah dan penegakan hukum terhadap pelanggar.
4. Papan peringatan. Memasang papan peringatan yang berisi larangan membuang sampah dan sanksi pidana bagi pelanggar.
5. Bank sampah. Mendorong masyarakat untuk mendirikan bank sampah sehingga sampah yang dikumpulkan dapat didaur ulang.
6. Tempat pembuangan sampah kolektif kompos. Mendirikan tempat pembuangan sampah bersama-sama agar masyarakat tidak membuang sampah di sungai.
7. Mengelola sampah dengan baik misalkan memisahkan sampah organik dan anorganik, mengganti alas plastik dengan koran atau kardus, dan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos.
- Menumpuknya Sampah di Lingkungan Sekolah.
Ada beberapa cara untuk mengatasi menumpuknya sampah di sekolah, yaitu:
1. Menerapkan prinsip 4R Prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace) dapat diterapkan untuk meminimalisir masalah sampah di sekolah. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:
2. Hindari membeli atau menggunakan produk yang menghasilkan banyak sampah, lebih baik gunakan produk yang dapat diisi ulang.
3. Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.
4. Memisahkan sampah organik dan non-organik. Sekolah dapat menyediakan tempat sampah yang memisahkan sampah organik dan non-organik.
5. Mendaur ulang sampah. Sampah dapat didaur ulang dengan berbagai cara, seperti:
-Sampah organik dapat diolah menjadi kompos untuk memupuk tanaman di sekolah
-Sampah anorganik seperti kemasan makanan dapat dijadikan ekobrik untuk membuat meja atau tempat duduk
-Sampah anorganik seperti kemasan minuman dapat dijadikan kerajinan seperti bunga, tirai, alas makan, keranjang buah, tas belanja, dan lain-lain
6. Membuat lomba memanfaatkan sampah plastik. Lomba ini dapat mengasah kreativitas siswa untuk membuat kerajinan tangan dari kemasan plastik yang sudah tidak terpakai
7. Membiasakan membawa alat makan sendiri. Siswa dapat membawa kotak makan sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik.
.・。.・゜✭・.・✫・゜・。.
Solusi yang tepat untuk meningkatkan kebersihan di sekolah agar konsentrasi siswa/I saat belajar tidak terganggu adalah dengan cara
1. Mengingatkan murid-murid untuk membuang sampah pada tempatnya.
2. Membuat jadwal piket untuk bergantian membersihkan kelas sebelum atau setelah jam pelajaran usai.
3. Memperbanyak tempat sampah pada sudut-sudut sekolah.
4. Menyediakan tempat sampah yang memisahkan sampah organik dan non organik.
5. Melakukan kegiatan daur ulang sampah seperti reduce, reuse, recycle.